kupandangi wajahmu
kutatap matamu
ratapan itu..
pilu
erat kubalut rindu
yang perlahan mulai beku
membiru
sendu..
kau tatap wajahku
kau genggam tanganku
tapi hati itu
tak kan pernah untukku
aku salah
aku berduka
aku merana
aku, yang mati tanpamu..
Palembang, 10 September 2013
Selasa, 10 September 2013
Senin, 22 Juli 2013
K*lim*t t*np* huruf A
*ku y*ng pern*h meny*y*nginy*
*ku y*ng pern*h mencint*iny*
hingg* kini
m*sih kusimp*n i* di d*l*m h*ti
y*, di d*l*m h*ti
y*ng kini perl*h*n m*ti
menc*ri d*l*m sepi
h*ny* *ku sendiri
***************kh
*ku t*k ingin menging*tny*
buk*n,
*ku t*k p*nt*s menging*tny*
*ku ini bin*t*ng j*l*ng
*ku,
kini t*k s*nggup l*gi
mel*njutk*n k*lim*t ini
*bcdefghijklmnopqrstuvwxyz
P*lemb*ng, Sel*s* du* puluh tig* juli du* ribu tig* bel*s
*ku y*ng pern*h mencint*iny*
hingg* kini
m*sih kusimp*n i* di d*l*m h*ti
y*, di d*l*m h*ti
y*ng kini perl*h*n m*ti
menc*ri d*l*m sepi
h*ny* *ku sendiri
***************kh
*ku t*k ingin menging*tny*
buk*n,
*ku t*k p*nt*s menging*tny*
*ku ini bin*t*ng j*l*ng
*ku,
kini t*k s*nggup l*gi
mel*njutk*n k*lim*t ini
*bcdefghijklmnopqrstuvwxyz
P*lemb*ng, Sel*s* du* puluh tig* juli du* ribu tig* bel*s
Aku. Yang terbuang hari ini
siapa namaku
milik siapa hidupku
siapa yang harus mengatur
siapa yang pantas mengukur
tuhan, untuk apa masih bernafas
untuk apa masih berdetak selaras
aku binatang jalang
jemput aku pulang!
pulang..
satu kata yang amat kurindukan
padamu
bukan ke rumah itu
wajah yang tak kukenali
pandangan yang tak menyayangi
mereka yang menghakimi
mereka yang mencaci
ah tidak..
bukan salahnya mereka mencaci
bukan salahnya mereka menghakimi
aku tersangka satu-satunya
aku yang berdosa
aku yang tak tahu diri
aku yang egois
aku yang maunya menang sendiri
hidupku..
oh ya, aku hampir lupa
ini hidupku?
hidup yang kukendalikan dengan tanganku
hahahaha..
tangan ini penuh darah
perlahan mati rasa
akan kujemput cahaya
tuhan, adakah kau disana?
Palembang, Tuesday 23 July 2013
milik siapa hidupku
siapa yang harus mengatur
siapa yang pantas mengukur
tuhan, untuk apa masih bernafas
untuk apa masih berdetak selaras
aku binatang jalang
jemput aku pulang!
pulang..
satu kata yang amat kurindukan
padamu
bukan ke rumah itu
wajah yang tak kukenali
pandangan yang tak menyayangi
mereka yang menghakimi
mereka yang mencaci
ah tidak..
bukan salahnya mereka mencaci
bukan salahnya mereka menghakimi
aku tersangka satu-satunya
aku yang berdosa
aku yang tak tahu diri
aku yang egois
aku yang maunya menang sendiri
hidupku..
oh ya, aku hampir lupa
ini hidupku?
hidup yang kukendalikan dengan tanganku
hahahaha..
tangan ini penuh darah
perlahan mati rasa
akan kujemput cahaya
tuhan, adakah kau disana?
Palembang, Tuesday 23 July 2013
Kamis, 30 Mei 2013
kumau kau
sampai kapan harus begini
sampai kapan harus menanti
aku lebih baik mati
berulang kali kukatakan
aku ingin kamu
hanya ingin kamu
tak perlu bungkus rapih
tak perlu pita warna-warni
tapi andai kau tak lagi menginginkanku
jawab aku dengan berani
lepas aku meski keji
atau perjuangkan aku sampai mati
karena aku tak tahan lagi
Palembang, 29 Mei 2013
sampai kapan harus menanti
aku lebih baik mati
berulang kali kukatakan
aku ingin kamu
hanya ingin kamu
tak perlu bungkus rapih
tak perlu pita warna-warni
tapi andai kau tak lagi menginginkanku
jawab aku dengan berani
lepas aku meski keji
atau perjuangkan aku sampai mati
karena aku tak tahan lagi
Palembang, 29 Mei 2013
Selasa, 28 Mei 2013
masih adakah
masihkah rasa itu ada
masihkah hati yang bicara
dada ini sesak
kepala penat
kian hari
kian menjadi-jadi
tak lagi kulihat pelangi
pagiku tanpa mentari
hanya awan mendung
di ufuk mata bergelantung
ah..
sekali lagi kuhembuskan
ah..
nafas ini kian pendek
sampai kapan masih mampu
aku tak tahu
tapi andai saja kamu tahu
aku masih menunggu
Palembang, 28 Mei 2013
masihkah hati yang bicara
dada ini sesak
kepala penat
kian hari
kian menjadi-jadi
tak lagi kulihat pelangi
pagiku tanpa mentari
hanya awan mendung
di ufuk mata bergelantung
ah..
sekali lagi kuhembuskan
ah..
nafas ini kian pendek
sampai kapan masih mampu
aku tak tahu
tapi andai saja kamu tahu
aku masih menunggu
Palembang, 28 Mei 2013
Minggu, 26 Mei 2013
Jambrut 13-5-09, 22:32
Berkata pohon pada dahan
Dahan, bilakah kau mencintaiku?
Maka dengan enggan dahan menjawab
Ketika seluruh daunku telah pergi,
Saat mentari menelanjangi
kita..
karena cinta adalah gugur,
kering
dan mati..
Dahan, bilakah kau mencintaiku?
Maka dengan enggan dahan menjawab
Ketika seluruh daunku telah pergi,
Saat mentari menelanjangi
kita..
karena cinta adalah gugur,
kering
dan mati..
Langganan:
Postingan (Atom)