Rabu, 09 Oktober 2013

Lucunya ayahku..

Lucunya ayahku..
masih ia letakkan majalah lekra itu di atas meja
seolah yakin suatu hari akan datang
ia yang biasa meminjamnya
ia yang suka membaca sejarah seperti dirinya

Lucunya ayahku..
sudah berkali-kali ia tamatkan majalah itu
tapi masih belum juga ia simpan dalam lemari
masih ia letakkan dengan rapih di atas meja ruang tamu kami
seolah sang peminjam majalah itu akan datang seperti hari sebelumnya

Maafkan aku ayah
aku tak kuasa menahan ia pergi
tak mampu kuundang ia kembali ke rumah ini
lalu menyuruhnya untuk meminjam majalah itu
dengan wajah tersipu dan malu meminta izin padamu

Relakan ia pergi ayah
relakan ia pergi dan tak kan kembali
biarkan ia pilih jalannya sendiri
bukan ke hatiku, bukan pula ke rumah ini


Ayah, simpanlah majalah lekra itu
simpanlah yang rapih di dalam lemarimu
seperti kusimpan kenangan indah bersamanya dulu
di lubuk hatiku yang kini kukunci

Peluk aku ayah
peluk erat putrimu ini
jangan biarkan ia jatuh lagi
tolong ayah
tolong simpan majalah itu...


Palembang, 10 October 2013









Selasa, 10 September 2013

sendu

kupandangi wajahmu
kutatap matamu
ratapan itu..
pilu

erat kubalut rindu
yang perlahan mulai beku
membiru
sendu..

kau tatap wajahku
kau genggam tanganku
tapi hati itu
tak kan pernah untukku

aku salah
aku berduka
aku merana
aku, yang mati tanpamu..



Palembang, 10 September 2013



Senin, 22 Juli 2013

K*lim*t t*np* huruf A

*ku y*ng  pern*h meny*y*nginy*
*ku y*ng pern*h mencint*iny*
hingg* kini
m*sih kusimp*n i* di d*l*m h*ti

y*, di d*l*m h*ti
y*ng kini perl*h*n m*ti
menc*ri d*l*m sepi
h*ny* *ku sendiri

***************kh

*ku t*k ingin menging*tny*
buk*n,
*ku t*k p*nt*s menging*tny*
*ku ini bin*t*ng j*l*ng

*ku,
kini t*k s*nggup l*gi
mel*njutk*n k*lim*t ini
*bcdefghijklmnopqrstuvwxyz


P*lemb*ng, Sel*s* du* puluh tig* juli du* ribu tig* bel*s


Aku. Yang terbuang hari ini

siapa namaku
milik siapa hidupku
siapa yang harus mengatur
siapa yang pantas mengukur

tuhan, untuk apa masih bernafas
untuk apa masih berdetak selaras
aku binatang jalang
jemput aku pulang!

pulang..
satu kata yang amat kurindukan
padamu
bukan ke rumah itu

wajah yang tak kukenali
pandangan yang tak menyayangi
mereka yang menghakimi
mereka yang mencaci

ah tidak..
bukan salahnya mereka mencaci
bukan salahnya mereka menghakimi
aku tersangka satu-satunya

aku yang berdosa
aku yang tak tahu diri
aku yang egois
aku yang maunya menang sendiri

hidupku..
oh ya, aku hampir lupa
ini hidupku?
hidup yang kukendalikan dengan tanganku

hahahaha..

tangan ini penuh darah
perlahan mati rasa
akan kujemput cahaya
tuhan, adakah kau disana?

Palembang, Tuesday 23 July 2013

























Kamis, 30 Mei 2013

kumau kau

sampai kapan harus begini
sampai kapan harus menanti
aku lebih baik mati

berulang kali kukatakan
aku ingin kamu
hanya ingin kamu

tak perlu bungkus rapih
tak perlu pita warna-warni

tapi andai kau tak lagi menginginkanku
jawab aku dengan berani
lepas aku meski keji
atau perjuangkan aku sampai mati

karena aku tak tahan lagi


Palembang, 29 Mei 2013

Selasa, 28 Mei 2013

cinta

aku percaya
kamu?

masih adakah

masihkah rasa itu ada
masihkah hati yang bicara

dada ini sesak
kepala penat
kian hari
kian menjadi-jadi

tak lagi kulihat pelangi
pagiku tanpa mentari
hanya awan mendung
di ufuk mata bergelantung

ah..
sekali lagi kuhembuskan
ah..
nafas ini kian pendek

sampai kapan masih mampu
aku tak tahu
tapi andai saja kamu tahu
aku masih menunggu


Palembang, 28 Mei 2013