Selasa, 04 Februari 2014

Berhentilah mengumpat

Berhentilah mengumpat,
takkan mengubah hati yang membatu

Berhentilah mengumpat,
hanya akan mengingatkanmu pada luka yang belum sembuh

Berhentilah mengumpat,
gantilah dengan doa agar Tuhan mendatangkan yang lebih baik

Berhentilah mengumpat,
sesungguhnya hidup belum berakhir sampai disini



Palembang, 25 Januari 2014

Senin, 09 Desember 2013

Perginya seorang sahabat

Seorang sahabat pergi
salah satu dari yang terbaik
kami pernah saling memiliki
canda, amarah, petualangan juga kisah pelik

Kini ia pergi
tanpa tanda hanya berita
bahkan aku tak menyadari
betapa sungguh niatnya

Seorang sahabat pergi
maaf bila kisah kita tak seindah cinderella
maaf jika aku hanya menambah luka
semoga kau bisa menjaga diri

Selamat tinggal wahai sahabat
jangan lupa kisah kita
meski hanya singkat saja
kita pernah berbagi tawa dan umpat

Selamat tinggal wahai sahabat
jadikan mimpi sebagai titianmu
kerendahan hati sebagai lenteramu
dan doa kami akan menjadi pelindung dari hujat

Seorang sahabat pergi
semoga kau baik saja disana

Dedicated to our beloved friend Yus"nia" Sirait
Palembang, 9 Desember 2013




Jumat, 06 Desember 2013

Lucunya negeri ini

Seorang dokter berpakaian lengkap
dengan wajah sumringah menjelaskan sebuah alat kesehatan baru
kalimatnya menggema memenuhi sudut ruangan
seluruh perhatian tertuju padanya

Kalimat-kalimatnya kian agung
berdengung-dengung memekakan telinga
riuh tepuk tangan mengiringi
mata-mata kian membelalak

Namun tak satupun dari mereka peduli
seorang gadis mungil tertatih sendiri menahan perih
dahinya berdarah, kepalanya terluka
ia terseok sendiri berlinangan air mata

Ia membuka mulut
tapi suaranya tertelan lantang suara sang dokter
tangannya berusaha menggapai
sia-sia..

tepuk tangan dan sorak sorai kembali terdengar
sang dokter diarak oleh para penggemarnya
gadis kecil itu tersenyum
dalam diam ia meninggalkan ruangan
bertemu tuhan..

Rabu, 09 Oktober 2013

Lucunya ayahku..

Lucunya ayahku..
masih ia letakkan majalah lekra itu di atas meja
seolah yakin suatu hari akan datang
ia yang biasa meminjamnya
ia yang suka membaca sejarah seperti dirinya

Lucunya ayahku..
sudah berkali-kali ia tamatkan majalah itu
tapi masih belum juga ia simpan dalam lemari
masih ia letakkan dengan rapih di atas meja ruang tamu kami
seolah sang peminjam majalah itu akan datang seperti hari sebelumnya

Maafkan aku ayah
aku tak kuasa menahan ia pergi
tak mampu kuundang ia kembali ke rumah ini
lalu menyuruhnya untuk meminjam majalah itu
dengan wajah tersipu dan malu meminta izin padamu

Relakan ia pergi ayah
relakan ia pergi dan tak kan kembali
biarkan ia pilih jalannya sendiri
bukan ke hatiku, bukan pula ke rumah ini


Ayah, simpanlah majalah lekra itu
simpanlah yang rapih di dalam lemarimu
seperti kusimpan kenangan indah bersamanya dulu
di lubuk hatiku yang kini kukunci

Peluk aku ayah
peluk erat putrimu ini
jangan biarkan ia jatuh lagi
tolong ayah
tolong simpan majalah itu...


Palembang, 10 October 2013









Selasa, 10 September 2013

sendu

kupandangi wajahmu
kutatap matamu
ratapan itu..
pilu

erat kubalut rindu
yang perlahan mulai beku
membiru
sendu..

kau tatap wajahku
kau genggam tanganku
tapi hati itu
tak kan pernah untukku

aku salah
aku berduka
aku merana
aku, yang mati tanpamu..



Palembang, 10 September 2013



Senin, 22 Juli 2013

K*lim*t t*np* huruf A

*ku y*ng  pern*h meny*y*nginy*
*ku y*ng pern*h mencint*iny*
hingg* kini
m*sih kusimp*n i* di d*l*m h*ti

y*, di d*l*m h*ti
y*ng kini perl*h*n m*ti
menc*ri d*l*m sepi
h*ny* *ku sendiri

***************kh

*ku t*k ingin menging*tny*
buk*n,
*ku t*k p*nt*s menging*tny*
*ku ini bin*t*ng j*l*ng

*ku,
kini t*k s*nggup l*gi
mel*njutk*n k*lim*t ini
*bcdefghijklmnopqrstuvwxyz


P*lemb*ng, Sel*s* du* puluh tig* juli du* ribu tig* bel*s


Aku. Yang terbuang hari ini

siapa namaku
milik siapa hidupku
siapa yang harus mengatur
siapa yang pantas mengukur

tuhan, untuk apa masih bernafas
untuk apa masih berdetak selaras
aku binatang jalang
jemput aku pulang!

pulang..
satu kata yang amat kurindukan
padamu
bukan ke rumah itu

wajah yang tak kukenali
pandangan yang tak menyayangi
mereka yang menghakimi
mereka yang mencaci

ah tidak..
bukan salahnya mereka mencaci
bukan salahnya mereka menghakimi
aku tersangka satu-satunya

aku yang berdosa
aku yang tak tahu diri
aku yang egois
aku yang maunya menang sendiri

hidupku..
oh ya, aku hampir lupa
ini hidupku?
hidup yang kukendalikan dengan tanganku

hahahaha..

tangan ini penuh darah
perlahan mati rasa
akan kujemput cahaya
tuhan, adakah kau disana?

Palembang, Tuesday 23 July 2013