Berhentilah mengumpat,
takkan mengubah hati yang membatu
Berhentilah mengumpat,
hanya akan mengingatkanmu pada luka yang belum sembuh
Berhentilah mengumpat,
gantilah dengan doa agar Tuhan mendatangkan yang lebih baik
Berhentilah mengumpat,
sesungguhnya hidup belum berakhir sampai disini
Palembang, 25 Januari 2014
Selasa, 04 Februari 2014
Senin, 09 Desember 2013
Perginya seorang sahabat
Seorang sahabat pergi
salah satu dari yang terbaik
kami pernah saling memiliki
canda, amarah, petualangan juga kisah pelik
Kini ia pergi
tanpa tanda hanya berita
bahkan aku tak menyadari
betapa sungguh niatnya
Seorang sahabat pergi
maaf bila kisah kita tak seindah cinderella
maaf jika aku hanya menambah luka
semoga kau bisa menjaga diri
Selamat tinggal wahai sahabat
jangan lupa kisah kita
meski hanya singkat saja
kita pernah berbagi tawa dan umpat
Selamat tinggal wahai sahabat
jadikan mimpi sebagai titianmu
kerendahan hati sebagai lenteramu
dan doa kami akan menjadi pelindung dari hujat
Seorang sahabat pergi
semoga kau baik saja disana
Dedicated to our beloved friend Yus"nia" Sirait
Palembang, 9 Desember 2013
salah satu dari yang terbaik
kami pernah saling memiliki
canda, amarah, petualangan juga kisah pelik
Kini ia pergi
tanpa tanda hanya berita
bahkan aku tak menyadari
betapa sungguh niatnya
Seorang sahabat pergi
maaf bila kisah kita tak seindah cinderella
maaf jika aku hanya menambah luka
semoga kau bisa menjaga diri
Selamat tinggal wahai sahabat
jangan lupa kisah kita
meski hanya singkat saja
kita pernah berbagi tawa dan umpat
Selamat tinggal wahai sahabat
jadikan mimpi sebagai titianmu
kerendahan hati sebagai lenteramu
dan doa kami akan menjadi pelindung dari hujat
Seorang sahabat pergi
semoga kau baik saja disana
Dedicated to our beloved friend Yus"nia" Sirait
Palembang, 9 Desember 2013
Jumat, 06 Desember 2013
Lucunya negeri ini
Seorang dokter berpakaian lengkap
dengan wajah sumringah menjelaskan sebuah alat kesehatan baru
kalimatnya menggema memenuhi sudut ruangan
seluruh perhatian tertuju padanya
Kalimat-kalimatnya kian agung
berdengung-dengung memekakan telinga
riuh tepuk tangan mengiringi
mata-mata kian membelalak
Namun tak satupun dari mereka peduli
seorang gadis mungil tertatih sendiri menahan perih
dahinya berdarah, kepalanya terluka
ia terseok sendiri berlinangan air mata
Ia membuka mulut
tapi suaranya tertelan lantang suara sang dokter
tangannya berusaha menggapai
sia-sia..
tepuk tangan dan sorak sorai kembali terdengar
sang dokter diarak oleh para penggemarnya
gadis kecil itu tersenyum
dalam diam ia meninggalkan ruangan
bertemu tuhan..
dengan wajah sumringah menjelaskan sebuah alat kesehatan baru
kalimatnya menggema memenuhi sudut ruangan
seluruh perhatian tertuju padanya
Kalimat-kalimatnya kian agung
berdengung-dengung memekakan telinga
riuh tepuk tangan mengiringi
mata-mata kian membelalak
Namun tak satupun dari mereka peduli
seorang gadis mungil tertatih sendiri menahan perih
dahinya berdarah, kepalanya terluka
ia terseok sendiri berlinangan air mata
Ia membuka mulut
tapi suaranya tertelan lantang suara sang dokter
tangannya berusaha menggapai
sia-sia..
tepuk tangan dan sorak sorai kembali terdengar
sang dokter diarak oleh para penggemarnya
gadis kecil itu tersenyum
dalam diam ia meninggalkan ruangan
bertemu tuhan..
Rabu, 09 Oktober 2013
Lucunya ayahku..
Lucunya ayahku..
masih ia letakkan majalah lekra itu di atas meja
seolah yakin suatu hari akan datang
ia yang biasa meminjamnya
ia yang suka membaca sejarah seperti dirinya
Lucunya ayahku..
sudah berkali-kali ia tamatkan majalah itu
tapi masih belum juga ia simpan dalam lemari
masih ia letakkan dengan rapih di atas meja ruang tamu kami
seolah sang peminjam majalah itu akan datang seperti hari sebelumnya
Maafkan aku ayah
aku tak kuasa menahan ia pergi
tak mampu kuundang ia kembali ke rumah ini
lalu menyuruhnya untuk meminjam majalah itu
dengan wajah tersipu dan malu meminta izin padamu
Relakan ia pergi ayah
relakan ia pergi dan tak kan kembali
biarkan ia pilih jalannya sendiri
bukan ke hatiku, bukan pula ke rumah ini
Ayah, simpanlah majalah lekra itu
simpanlah yang rapih di dalam lemarimu
seperti kusimpan kenangan indah bersamanya dulu
di lubuk hatiku yang kini kukunci
Peluk aku ayah
peluk erat putrimu ini
jangan biarkan ia jatuh lagi
tolong ayah
tolong simpan majalah itu...
Palembang, 10 October 2013
masih ia letakkan majalah lekra itu di atas meja
seolah yakin suatu hari akan datang
ia yang biasa meminjamnya
ia yang suka membaca sejarah seperti dirinya
Lucunya ayahku..
sudah berkali-kali ia tamatkan majalah itu
tapi masih belum juga ia simpan dalam lemari
masih ia letakkan dengan rapih di atas meja ruang tamu kami
seolah sang peminjam majalah itu akan datang seperti hari sebelumnya
Maafkan aku ayah
aku tak kuasa menahan ia pergi
tak mampu kuundang ia kembali ke rumah ini
lalu menyuruhnya untuk meminjam majalah itu
dengan wajah tersipu dan malu meminta izin padamu
Relakan ia pergi ayah
relakan ia pergi dan tak kan kembali
biarkan ia pilih jalannya sendiri
bukan ke hatiku, bukan pula ke rumah ini
Ayah, simpanlah majalah lekra itu
simpanlah yang rapih di dalam lemarimu
seperti kusimpan kenangan indah bersamanya dulu
di lubuk hatiku yang kini kukunci
Peluk aku ayah
peluk erat putrimu ini
jangan biarkan ia jatuh lagi
tolong ayah
tolong simpan majalah itu...
Palembang, 10 October 2013
Selasa, 10 September 2013
sendu
kupandangi wajahmu
kutatap matamu
ratapan itu..
pilu
erat kubalut rindu
yang perlahan mulai beku
membiru
sendu..
kau tatap wajahku
kau genggam tanganku
tapi hati itu
tak kan pernah untukku
aku salah
aku berduka
aku merana
aku, yang mati tanpamu..
Palembang, 10 September 2013
kutatap matamu
ratapan itu..
pilu
erat kubalut rindu
yang perlahan mulai beku
membiru
sendu..
kau tatap wajahku
kau genggam tanganku
tapi hati itu
tak kan pernah untukku
aku salah
aku berduka
aku merana
aku, yang mati tanpamu..
Palembang, 10 September 2013
Senin, 22 Juli 2013
K*lim*t t*np* huruf A
*ku y*ng pern*h meny*y*nginy*
*ku y*ng pern*h mencint*iny*
hingg* kini
m*sih kusimp*n i* di d*l*m h*ti
y*, di d*l*m h*ti
y*ng kini perl*h*n m*ti
menc*ri d*l*m sepi
h*ny* *ku sendiri
***************kh
*ku t*k ingin menging*tny*
buk*n,
*ku t*k p*nt*s menging*tny*
*ku ini bin*t*ng j*l*ng
*ku,
kini t*k s*nggup l*gi
mel*njutk*n k*lim*t ini
*bcdefghijklmnopqrstuvwxyz
P*lemb*ng, Sel*s* du* puluh tig* juli du* ribu tig* bel*s
*ku y*ng pern*h mencint*iny*
hingg* kini
m*sih kusimp*n i* di d*l*m h*ti
y*, di d*l*m h*ti
y*ng kini perl*h*n m*ti
menc*ri d*l*m sepi
h*ny* *ku sendiri
***************kh
*ku t*k ingin menging*tny*
buk*n,
*ku t*k p*nt*s menging*tny*
*ku ini bin*t*ng j*l*ng
*ku,
kini t*k s*nggup l*gi
mel*njutk*n k*lim*t ini
*bcdefghijklmnopqrstuvwxyz
P*lemb*ng, Sel*s* du* puluh tig* juli du* ribu tig* bel*s
Aku. Yang terbuang hari ini
siapa namaku
milik siapa hidupku
siapa yang harus mengatur
siapa yang pantas mengukur
tuhan, untuk apa masih bernafas
untuk apa masih berdetak selaras
aku binatang jalang
jemput aku pulang!
pulang..
satu kata yang amat kurindukan
padamu
bukan ke rumah itu
wajah yang tak kukenali
pandangan yang tak menyayangi
mereka yang menghakimi
mereka yang mencaci
ah tidak..
bukan salahnya mereka mencaci
bukan salahnya mereka menghakimi
aku tersangka satu-satunya
aku yang berdosa
aku yang tak tahu diri
aku yang egois
aku yang maunya menang sendiri
hidupku..
oh ya, aku hampir lupa
ini hidupku?
hidup yang kukendalikan dengan tanganku
hahahaha..
tangan ini penuh darah
perlahan mati rasa
akan kujemput cahaya
tuhan, adakah kau disana?
Palembang, Tuesday 23 July 2013
milik siapa hidupku
siapa yang harus mengatur
siapa yang pantas mengukur
tuhan, untuk apa masih bernafas
untuk apa masih berdetak selaras
aku binatang jalang
jemput aku pulang!
pulang..
satu kata yang amat kurindukan
padamu
bukan ke rumah itu
wajah yang tak kukenali
pandangan yang tak menyayangi
mereka yang menghakimi
mereka yang mencaci
ah tidak..
bukan salahnya mereka mencaci
bukan salahnya mereka menghakimi
aku tersangka satu-satunya
aku yang berdosa
aku yang tak tahu diri
aku yang egois
aku yang maunya menang sendiri
hidupku..
oh ya, aku hampir lupa
ini hidupku?
hidup yang kukendalikan dengan tanganku
hahahaha..
tangan ini penuh darah
perlahan mati rasa
akan kujemput cahaya
tuhan, adakah kau disana?
Palembang, Tuesday 23 July 2013
Langganan:
Postingan (Atom)